Back to Intelligence
General 14 min read August 13, 2026

SpiderFoot VS ARIES

SpiderFoot VS ARIES

SpiderFoot adalah alat OSINT otomatisasi sumber terbuka yang kuat, ditulis dalam Python 3 dengan antarmuka web dan baris perintah. Alat ini mendukung lebih dari 200 modul integrasi beragam sumber data (WHOIS, Shodan, Have I Been Pwned, Dark Web, dll.) dan menggunakan mesin korelasi berbasis YAML untuk menghubungkan dan memfilter temuan. SpiderFoot bersifat MIT open source, dapat dijalankan lokal (CLI/UI web) atau dalam kontainer Docker, dan data hasilnya tersimpan secara lokal (SQLite). Komunitas SpiderFoot aktif (Discord, GitHub) dan terdapat versi komersial berbasis cloud (SpiderFoot HX) dengan fitur tambahan (multi-user, notifikasi, API penuh).

ARIES (dapat diakses di intel.arsetontong.top) adalah platform OSINT berbasis web buatan Arsetontong yang ditujukan untuk intelijen siber pada aset digital (seperti situs web pengguna). ARIES menerima input target (domain/IP/nama) melalui UI web, kemudian secara otomatis mengumpulkan data dari berbagai sumber publik (mesin pencari, WHOIS, DNS, media sosial, Dark Web, Shodan, VirusTotal, dsb.). Hasilnya diproses dan divisualisasikan sebagai laporan interaktif (tabel, grafik relasi, ringkasan teks) untuk membantu deteksi kebocoran data, pemetaan serangan, dan pengawasan keamanan. Secara teknis, ARIES diasumsikan menggunakan arsitektur web modern (misalnya Python/Node.js di backend, database SQL/NoSQL, kontainer/Docker untuk skalabilitas, enkripsi TLS). Sistem ini mematuhi praktik keamanan data (HTTPS, autentikasi, audit log) sesuai peraturan lokal (UU ITE, GDPR). Hingga saat ini dokumentasi publik ARIES terbatas, namun berdasarkan informasi resmi (Arsetontong Insights) fitur intinya mencakup pemindaian otomatis, korelasi data, dan visualisasi OSINT.

Di bagian berikut, kami akan membahas secara rinci SpiderFoot dan ARIES (intel.arsetontong.top), membandingkan fitur keduanya, skenario penggunaan, serta pertimbangan keamanan dan etika. Kami juga memberikan rekomendasi untuk peningkatan ARIES.

1. SpiderFoot: Tujuan, Fitur, Arsitektur, dan Komunitas

Tujuan & Kegunaan: SpiderFoot dirancang untuk otomatisasi OSINT dalam kegiatan intelijen siber, baik ofensif maupun defensif. Penggunaannya meliputi pengintaian (reconnaissance) target – misalnya domain, IP, ASN, email, nomor telepon, nama orang, alamat kripto – dan pemetaan permukaan serangan (attack surface). Hasil utamanya berupa temuan intelijen terstruktur yang membantu tim keamanan mengidentifikasi paparan digital dan risiko seperti subdomain yang bocor, kredensial terbocor, hingga kerentanan keamanan.

Fitur Utama:

  • Antarmuka Web & CLI: SpiderFoot memiliki antarmuka GUI berbasis web bersih dan intuitif, serta mendukung operasi via command-line. Pengguna dapat menjalankan pemindaian massal atau terjadwal melalui skrip otomatis.

  • Modular & Ekstensibel: Terdapat 200+ modul yang masing-masing menargetkan jenis data tertentu (DNS, WHOIS, breach, media sosial, ICS, dll.). Sistem arsitekturalnya bersifat plugin, sehingga pengguna dapat mengaktifkan/mematikan modul sesuai kebutuhan dan bahkan menulis modul baru. Data dari setiap modul dikelola dalam publisher-subscriber model, di mana modul dapat saling berbagi hasil untuk korelasi lebih lanjut.

  • Mesin Korelasi: SpiderFoot v4.0 menyertakan mesin korelasi yang dikonfigurasi via file YAML (37 aturan bawaan). Mesin ini secara otomatis menghubungkan entitas (misalnya mengaitkan nama domain dengan alamat IP atau email) dan menyorot pola penting, mempercepat analisis lanjutan.

  • Ekspor & Visualisasi: Hasil pemindaian dapat diekspor ke format CSV, JSON, GEXF (untuk analisis grafis di Gephi). Selain itu, SpiderFoot dapat membuat visualisasi graf relasi antar entitas sehingga memudahkan analisis pola.

  • Integrasi Eksternal: Beberapa modul melakukan pemanggilan API ke layanan pihak ketiga (Shodan, VirusTotal, GreyNoise, HaveIBeenPwned, SecurityTrails, dll.). SpiderFoot juga dapat memanggil alat eksternal (DNSTwist, Nmap, WhatWeb, CMSeeK) untuk melengkapi intelijen pasif dengan scanning aktif.

  • Deploy & Platform: Dapat dijalankan pada Windows, macOS, Linux (bahkan Android via browser jarak jauh). Untuk kemudahan deploy, tersedia Dockerfile dan docker-compose resmi. SpiderFoot juga hadir sebagai paket di Kali Linux.

  • Lisensi & Komunitas: SpiderFoot dirilis di bawah lisensi MIT (bebas gratis). Dukungan komunitas meliputi forum Discord, GitHub, dokumentasi online, serta blog resmi. Proyek aktif dikembangkan sejak 2012.

Contoh Modul & Data Sumber: Modul SpiderFoot mencakup pencarian subdomain (DNSBrute), WHOIS, port scanning (via Nmap), pengintaian jaringan sosial (Twitter, Facebook, LinkedIn), intelijen ancaman (AlienVault OTX, AbuseIPDB), pelanggaran data (HaveIBeenPwned, BGPView), penyimpanan cloud publik (bucket S3/Azure), serta pencarian di web gelap (Tor, Ahmia). Seluruh modul saling melengkapi dalam ekosistem tunggal.

Arsitektur Internal: SpiderFoot menjalankan server web internal (CherryPy) yang mendengarkan koneksi lokal secara default. Semua pemrosesan data dilakukan secara lokal di mesin pengguna, menyimpan hasil ke database SQLite bawaan. Setiap modul memproses data sendiri-sendiri tanpa komunikasi langsung antar modul, kemudian menyimpan entitas ke database pusat. Pendekatan ini meminimalkan risiko data bocor ke luar. Otentikasi dapat diaktifkan untuk membatasi akses antarmuka web, dan pengguna disarankan menjaga interface hanya dapat diakses melalui jaringan internal atau VPN. Secara keseluruhan, SpiderFoot mengutamakan keamanan data dengan desain pemrosesan dan penyimpanan lokal.

2. Analisis Detil intel.arsetontong.top (ARIES OSINT)

platform intelijen sumber terbuka buatan Arsetontong.

Tujuan & Pengguna: ARIES adalah aplikasi OSINT canggih yang dirancang untuk membantu organisasi/individu memantau dan melindungi aset digital (terutama situs web). Fokus utamanya adalah mendeteksi kebocoran informasi (misalnya kredensial, subdomain), memetakan jalur serangan, serta menghasilkan laporan intelijen yang mudah dipahami. Target pengguna ARIES meliputi perusahaan (mitigasi risiko infrastruktur), penegak hukum (penyelidikan digital), jurnalis, hingga peneliti keamanan. Platform ini diletakkan dalam konteks pengguna Indonesia (mematuhi UU ITE).

Fitur & Alur Kerja: ARIES berjalan sebagai portal web; pengguna masuk (login) lalu memasukkan target (domain/IP/org) melalui antarmuka GUI. Kemudian ARIES otomatis menjalankan pencarian OSINT ke banyak sumber publik—seperti Google, Bing, database WHOIS, DNS History, jejaring sosial, forum, Shodan, VirusTotal, dan sumber dark web lainnya. Data mentah yang diperoleh diproses dengan algoritme (filter, korelasi, AI/kecerdasan buatan) untuk mengeliminasi duplikasi dan mencari relasi antar entitas. Hasil akhirnya dipresentasikan sebagai laporan interaktif: ringkasan temuan (tabel/statistik), grafik relasi entitas (mirip peta serangan), dan rekomendasi (misalnya peringatan kerentanan). Laporan ini dapat diunduh atau diekspor (mis. PDF/JSON/CSV). Contoh alur sederhana: masukan domain → ARIES menarik data dari Google/WHOIS/DNS/Shodan → memproses dan menghubungkan data → menampilkan hasil berupa tabel/graf dan rekomendasi tindakan.

Arsitektur Teknis: Berdasarkan informasi resmi, ARIES kemungkinan besar menggunakan stack web modern. Backend dapat dibangun dengan Python atau Node.js, frontend berbasis JavaScript, dan database relasional/noSQL untuk menyimpan hasil scan. Skalabilitas dapat dicapai dengan kontainer Docker atau cloud. Antar-muka menggunakan protokol HTTPS dengan autentikasi dan manajemen sesi. Data eksternal diakses melalui API (Shodan, VirusTotal, dsb.). Tidak ada indikasi mode CLI; ARIES tampaknya hanya berupa portal web (sebagian integrasi API memungkinkan pemanggilan dari sistem lain). Menurut Arsetontong, ARIES juga memperhatikan privasi: tidak menyimpan data yang tidak perlu dan menyediakan mekanisme audit/log sesuai prinsip etika OSINT.

Antarmuka & Pengalaman Pengguna: Tampilan login ARIES dibuat futuristik (konsol matrix-style), namun panduan penggunaannya mendeskripsikan antarmuka form standar: field target, tombol “Mulai Analisis”, lalu bagian hasil terpisah (temuan, grafik, rekomendasi). Dokumentasi visual di situs belum tersedia (untuk demo ada mode guest preview), sehingga detail UI/UX masih asumtif. Dari deskripsi, ARIES menekankan sederhana dan interaktif – pengguna hanya menunggu proses otomatis selesai dan menerima laporan yang mudah dibaca. Tidak ada fungsi kolaborasi multi-user atau notifikasi real-time disebutkan saat ini.

Sumber Data & Modul: ARIES mengakses sumber data publik umum (Google/Bing, WHOIS, DNS, forum, media sosial) serta layanan keamanan khusus (Shodan, VirusTotal). Berbeda dengan SpiderFoot, ARIES tampaknya tidak mengandalkan modul modular, melainkan proses terpadu. Namun, integrasi ke API intelijen (Shodan, dsb.) menunjukkan bahwa fungsi dasarnya serupa—hanya target domain/IP/nama, bukan ASN/email khusus. Tidak disebutkan pencarian mendalam (mis. email harvesting, phone). Fokusnya lebih ke ekosistem digital web publik Indonesia.

Deployment & Lisensi: Situs ARIES saat ini diluncurkan di domain pribadi (intel.arsetontong.top) – kemungkinan di-host di server cloud. Tidak disebutkan versi distribusi publik atau open source. Kemungkinan ARIES adalah aplikasi proprietary (tidak gratis) karena berada dalam ekosistem bisnis (“Ekosistem Arsetontong”). Sebagai indikasi, tabel perbandingan menyebutkan ARIES terintegrasi dengan ekosistem lokal Arsetontong (kelebihan), dan kekurangannya adalah “fitur awal yang mungkin terbatas”. Artinya, ARIES saat ini masih dalam fase awal/pengembangan terbatas fitur. Belum ada komunitas pengguna independen atau dukungan pihak ketiga, hanya dokumentasi terbatas oleh tim pengembang.

Kekuatan & Keterbatasan:

  • Kekuatan: Integrasi erat dengan kebutuhan lokal; otomatisasi analisis OSINT untuk web; antarmuka web yang ramah pengguna; penekanan pada laporan visual dan ringkas; sesuai peraturan Indonesia (UU ITE).

  • Keterbatasan: Fungsi modular mungkin belum lengkap (belum seluas 200+ modul SpiderFoot); kemungkinan belum ada analisis mendalam seperti SpiderFoot (e.g. scanning IoT lengkap, exploit database); tidak jelas dukungan CLI/API ekstensif; masih fitur baru (terbatas pada intelijen berbasis sumber publik saja). Beberapa hal seperti manajemen user, notifikasi, atau integrasi eksternal tambahan belum dijelaskan (belum spesifik tersedia).

3. Perbandingan Langsung SpiderFoot vs ARIES

Kriteria

SpiderFoot

ARIES (intel.arsetontong.top)

Platform & Deployment

Aplikasi open source (MIT) berbasis Python. Dapat dijalankan lokal atau dalam Docker, CLI atau UI web. Versi komersial (HX) berbasis cloud tersedia.

Platform web komersial (milik Arsetontong). Diakses melalui browser; di-host online. Tidak ada opsi CLI publik; fokus UI web.

Target Input

Mendukung domain, IP, hostname, subnet (CIDR), ASN, email, nomor telepon, username, nama orang, alamat kripto (Bitcoin/Ethereum).

Memfokuskan pada entitas domain, alamat IP, dan nama organisasi (situs web pengguna). Tidak disebutkan dukungan untuk ASN/crypto/telepon.

Sumber Data

>200 modul OSINT mencakup WHOIS, DNS (rekaman A/CNAME), TLS informasi, database ancaman (VirusTotal, AlienVault, AbuseDB), port scanning, media sosial, bucket cloud, Dark Web, dll.

Akses ke sumber umum (Google/Bing, WHOIS, DNS, media sosial, forum, Dark Web melalui Tor), serta API intelijen (Shodan, VirusTotal).

Arsitektur Teknologi

Engine Python3 dengan modul plug-in; penyimpanan SQLite. Backend ringan (CherryPy). Korrelasi berbasis YAML. Dapat integrasi dengan aplikasi lain (Nmap, WhatWeb).

Backend web (Python/Node.js) + database (SQL/NoSQL). Antarmuka JavaScript/HTML. Container/Docker kemungkinan untuk skala. Korelasi data internal via logika domain.

Extensibilitas

Sangat ekstensibel; pengguna dapat menambah modul baru. Open source (MIT) memudahkan kontribusi dan audit kode. Banyak opsi integrasi (bantuan CLI, API eksternal).

Eksensibilitas terbatas pada rencana pengembang Arsetontong. Tidak ada sumber terbuka; perlu pembaruan resmi untuk fitur tambahan. Integrasi eksternal hanya via API (seperti Shodan).

Automasi & Skala

Mendukung pemindaian otomatis berulang (profil scan). Bisa dijalankan di server untuk pemantauan berkelanjutan (HX). CLI memungkinkan orkestrasi massal. Skalabilitas dengan container.

Otomatisasi scan sekali jalan; tidak jelas fitur scheduling. Ditujukan sebagai layanan on-demand per target. Skalabilitas tergantung on-premise; kemungkinan bisa di-cloud.

Antarmuka & UX

UI web default sederhana, dengan dashboard graph. CLI juga kuat (output JSON/CSV). Visualisasi graf memungkinkan eksplorasi data. Dokumentasi penuh tersedia.

Antarmuka web tematik (matrix style), formulir target, laporan interaktif. Fokus tampilan grafis dan ringkas. Dokumentasi pengguna terbatas (masih dalam pengembangan).

Output / Laporan

Laporan terstruktur (JSON/CSV/GEXF) dan grafik relasi dinamis. Mendukung ekspor API key hasil scan.

Laporan tabel/grafik interaktif di browser; data temuan ringkas. Kemungkinan ekspor ke format umum (mis. JSON/PDF) menurut ilustrasi.

Licensing & Biaya

Gratis (open source, MIT). SpiderFoot HX berbayar SaaS untuk fitur tambahan.

Tidak publik; kemungkinan model komersial (milik Arsetontong). Belum ada info harga atau versi gratis.

Privasi & Keamanan

Semua data diproses lokal oleh pengguna, mengurangi eksposur pihak ketiga. Mendukung enkripsi (HTTPS) dan pembatasan akses.

Menggunakan enkripsi TLS dan autentikasi (HTTPS). Data target diproses di server Arsetontong; pengguna mengandalkan kebijakan privasi penyedia. Mematuhi UU ITE/GDPR menurut klaim.

Komunitas & Dukungan

Komunitas global (Discord, GitHub). Banyak tutorial dan forum diskusi. Update reguler dari pengembang.

Didukung oleh tim Arsetontong. Belum ada komunitas eksternal. Dukungan teknis melalui kontak resmi.

Kelebihan Khas

Fleksibel dan otomatis: integrasi 200+ sumber, modul korrelasi, gratis dan banyak dokumentasi. Dukungan CLI dan GUI.

Fokus lokal: terintegrasi ekosistem Arsetontong, antarmuka intuitif. Dirancang khusus untuk pengintaian web dan kebutuhan Indonesia. Visualisasi yang ramah pengguna.

Kekurangan

Kompleksitas tinggi: banyak konfigurasi modul, hasil bisa sangat banyak (bising). Membutuhkan beberapa setup (API keys). UI kadang kaku.

Fitur masih terbatas; tidak sekomprehensif SpiderFoot. Belum ada modul komunitas/pihak ketiga. Potensi keterbatasan di scan dalam dan analisis lanjutan.



Tabel di atas membandingkan aspek utama. Secara ringkas, SpiderFoot lebih matang sebagai framework OSINT general-purpose, sementara ARIES menargetkan skenario khusus (pengawasan situs web) dengan pengalaman pengguna yang lebih sederhana.

4. Kasus Penggunaan dan Skenario Rekomendasi

SpiderFoot biasanya dipilih ketika membutuhkan otomatisasi luas pengintaian OSINT dengan fleksibilitas tinggi. Misalnya, tim keamanan yang ingin memetakan keseluruhan permukaan serangan perusahaan (domain, subdomain, DNS, port, media sosial) secara tuntas, atau peneliti ancaman yang menggabungkan banyak sumber data dalam sekali pemindaian. SpiderFoot cocok untuk kerja eksplorasi, pentest, atau program bug bounty berskala besar. Berkat CLI dan eksportasinya, SpiderFoot juga dapat diintegrasikan dalam workflow DevSecOps, misalnya dengan mengirim hasil scan ke SIEM (Splunk/Elastic) melalui API. Sedangkan ARIES lebih ideal untuk pengguna yang memerlukan antarmuka sederhana dalam konteks pengawasan aset web Indonesia. Contoh skenario: perusahaan menengah memantau domain perusahaan dan subdomain terkait secara berkala untuk deteksi dini phising, kebocoran data, atau munculnya subdomain baru. Atau lembaga pemerintah yang ingin memeriksa eksposur digital situs resminya mengikuti peraturan UU ITE. ARIES bisa dijalankan tanpa setup rumit, namun kemampuannya lebih terbatas dibanding SpiderFoot.

Migrasi dan Integrasi: Jika pengguna ARIES perlu kapabilitas lebih luas, dapat mempertimbangkan mengintegrasikan SpiderFoot di belakang layar (misalnya call CLI SpiderFoot via API eksternal) untuk analisis mendalam. Sebaliknya, organisasi kecil yang memakai SpiderFoot dapat memanfaatkan ARIES untuk dashboard web yang lebih mudah atau untuk aspek lokal/regional (contoh: link ke OSINT lokal/pemerintah). Keduanya dapat saling melengkapi: SpiderFoot untuk penggalian data masif; ARIES untuk laporan ringkas bagi manajemen.

5. Pertimbangan Keamanan, Legal, dan Etika OSINT

Penggunaan alat OSINT harus memerhatikan keamanan data, privasi, dan aturan hukum. Keamanan Data: Seperti pada SpiderFoot, idealnya semua pemrosesan OSINT dilakukan secara lokal atau tertutup, sehingga kredensial/API key tidak bocor. SpiderFoot mendukung penyimpanan SQLite lokal dan opsi autentikasi interface web untuk mencegah akses tak berizin. ARIES yang beroperasi di server pihak ketiga mensyaratkan kepercayaan pada penyedia – data yang dikumpulkan (domain, port, dsb.) mungkin disimpan di server mereka. Pengguna wajib memastikan penggunaan HTTPS, sandi kuat, dan membatasi akses (mis. VPN/firewall). Dalam demo SpiderFoot disebutkan bahaya mengekspos interface web tanpa proteksi.

Legal & Etika: OSINT sendiri berfokus pada data publik. Keduanya tidak secara langsung melanggar privasi selama tidak mengakses data privat tanpa izin. Namun, pengumpulan informasi harus patuh UU ITE, GDPR (jika target Eropa), dan kebijakan situs (mis. ketentuan API). Misalnya, SpiderFoot mengandalkan data publik dan API legal; tetap perlu izin jika mengumpulkan data login atau men-scan secara agresif. ARIES harus mengikuti peraturan Indonesia (UU ITE) dan memastikan tidak menimbun data pribadi lebih dari kebutuhan operasional. Etika OSINT menuntut audit log serta penghapusan data yang tidak diperlukan untuk menghindari penyalahgunaan.

Perlindungan Privasi: Kedua alat harus memastikan bahwa hanya data yang relevan yang diproses/dianalisis. SpiderFoot, misalnya, tidak menyimpan data pengguna eksternal; ARIES menjanjikan mematuhi kebijakan privasi dan UU yang berlaku. Backup hasil scan juga harus dilindungi (enkripsi penyimpanan). Penggunaan layanan pihak ketiga (VirusTotal, Shodan) berarti data (domain/IP) dibagikan ke mereka, sehingga pengguna harus memahami kebijakan masing-masing layanan.

6. Rekomendasi Peningkatan untuk ARIES (intel.arsetontong.top)

Berdasarkan analisis, berikut beberapa rekomendasi praktis untuk mengembangkan ARIES ke depan:

Rekomendasi

Prioritas

Usaha

Perkaya Modul OSINT: Tambahkan modul & sumber data (mis. WHOIS detail, subdomain bruteforce, leak DB) untuk mendekati cakupan SpiderFoot.

Tinggi

Tinggi

CLI/API Interface: Buat antarmuka baris perintah atau REST API publik agar pemindaian dapat diotomasi/scheduled.

Tinggi

Medium

Ekspor & Integrasi: Sediakan fitur ekspor hasil (CSV/JSON) dan integrasi ke platform lain (SIEM, Elastic).

Medium

Medium

Penguatan Keamanan: Implementasi 2FA, pemantauan akses (audit log), dan pengetesan penetrasi rutin untuk hardening.

Tinggi

Medium

Skalabilitas & Multithreading: Optimalkan backend agar dapat menangani banyak scan paralel (queue processing, Docker/Celery).

Medium

Tinggi

Peningkatan UX: Perbaiki antarmuka (mis. tampilan interaktif lebih modern, dukungan multi-bahasa Indonesia/Inggris) untuk kenyamanan pengguna.

Medium

Medium

Dokumentasi & Komunitas: Publikasikan dokumentasi pengguna/developer (API docs, modul), dan buat forum/support agar pengguna dapat berbagi modul/kasus.

Tinggi

Tinggi

Mode Kolaborasi & Notifikasi: Tambahkan fitur multi-user dengan peran (admin, analist) serta notifikasi email/Slack saat hasil siap atau ada anomali.

Rendah

Tinggi

Integrasi Eksternal Lain: Tautkan ke OSINT tool Indonesia (jika ada), misal data publik Pemda, komunitas intelijen lokal.

Rendah

Low



Setiap rekomendasi dapat diutamakan: misalnya penambahan sumber data dan API automation adalah prioritas tinggi demi fungsionalitas inti, sementara fitur kolaborasi adalah jangka panjang. Dokumentasi yang baik penting untuk adopsi, dan penambahan CLI/API sangat membantu otomatisasi (seperti SpiderFoot CLI yang diakui fleksibel).

7. Diagram Arsitektur (Komparatif)

Diagram di atas menunjukkan perbedaan arsitektur umum antara SpiderFoot (kiri) yang memiliki banyak modul internal dan mesin korelasi lokal, dengan ARIES (kanan) yang mengandalkan antarmuka web terpusat dan pemanggilan API ke sumber eksternal.

Catatan: Diagram mermaid berfungsi ilustratif saja.


Sumber: Analisis ini didukung oleh dokumentasi resmi SpiderFoot (GitHub dan situs resminya), materi pelatihan OSINT, serta sumber resmi Arsetontong Insights yang memaparkan fitur ARIES. Referensi keamanan merujuk pada diskusi formal SpiderFoot tentang keamanan data. Semua temuan disertai tautan ke sumber terkait sebagai bukti pendukung.



Related Intelligence

Discussion & Comments